Siklus menstruasi wanita pdf




















Fimbriae adalah struktur berbentuk seperti jari-jari yang terletak di ujung tuba falopi dekat dengan ovarium. Sedangkan silia merupakan rambut getar yang halus, berfungsi untuk mengantarkan sel telur menuju rahim.

Pada fase ini, produksi hormon estrogen dan testosteron mencapai puncaknya, sehingga meningkatkan efek dari fase folikular. Anda mungkin merasa terlihat lebih baik dan percaya diri sehingga akan lebih mudah untuk mengendalikan pikiran dan perasaan.

Bahkan, gairah seks Anda sedang berada di puncak tertinggi, lho! Disebut fase luteal karena pada fase menstruasi ini terbentuk korpus luteum, yaitu bekas folikel setelah ditinggal sel telur. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron. Fase luteal adalah fase menstruasi yang terkahir. Fase luteal dimulai pada hari ke dan berlangsung sampai akhir siklus menstruasi. Pada fase luteal, produksi hormon estrogen dan testosteron akan menurun dan sebagai gantinya tubuh mulai memproduksi progesteron.

Hormon progesteron adalah hormon anti-kecemasan alami, sehingga Anda berada pada suasana perasaan yang 'stabil' setelah 'menggebu-gebu' pada fase ovulasi. Meski demikian, beberapa wanita juga bisa merasakan gejala PMS seperti keinginan makan makanan berkarbohidrat tinggi, perut kembung , sakit kepala , kecemasan dan kemurungan.

Tak lama lagi dari gejala-gejala ini, maka datanglah menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi tidak hanya sekadar mengeluarkan darah setiap bulan, lalu kembali menunggu haid datang bulan depan. Di balik itu semua, siklus menstruasi terjadi dengan sangat kompleks dan dikendalikan oleh banyak kelenjar.

Setiap kelenjar juga menghasilkan hormon yang berbeda-beda pada saat siklus haid berlangsung. Struktur otak bernama hipotalamus bertugas untuk merangsang kelenjar pituitari yang mendorong ovarium menghasilkan berbagai hormon seks wanita. Setidaknya ada 4 hormon penting yang memengaruhi keberjalanan siklus menstruasi Anda setiap bulannya, yaitu:.

Semua hormon yang diproduksi oleh tubuh berasal dari hipotalamus. Hipotalamus adalah bagian kecil pada pusat otak, bertindak sebagai "kelenjar master" yang mengendalikan banyak fungsi vital dalam tubuh. Nah, siklus haid dimulai ketika hipotalamus merangsang kelenjar endokrin untuk memproduksi banyak hormon, salah satunya gonadotropin-releasing hormone GnRH. FSH adalah hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang perkembangan folikel kantung kecil menjadi sel telur yang matang.

Sel telur inilah yang nantinya dipersiapkan menjelang masa subur. Selama folikel berkembang dan menjadi matang, pada saat yang bersamaan memproduksi hormon estrogen. Hormon ini berperan penting untuk memberitahukan otak bahwa sel telur telah matang. Setelah itu, hormon estrogen akan mengirimkan sinyal pada kelenjar pituitari untuk berhenti memproduksi FSH dan mulai memproduksi banyak luteinizing hormon atau hormon LH - kebalikan dari yang tadi. Jika tidak terjadi pembuahan, hormon estrogen akan menurun tajam dan terjadilah menstruasi.

Namun jika sel telur berhasil dibuahi sel sperma, maka estrogen akan bekerja bersama dengan progesteron untuk menghentikan ovulasi selama kehamilan. Hal inilah yang membuat Anda tidak menstruasi saat hamil.

Luteinizing hormon atau LH adalah hormon yang bertugas untuk memicu terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium. Folikel sel telur yang sudah dilepaskan akan berubah menjadi korpus luteum atau folikel kosong. ISSN Cetak. Sertifikat Reviewer. Introduction : The length of menstrual cycle is influenced by age, weight, physical activity, stress level, gene, and nutrition.

The average premenopausal age is 45 to 55 years. The causes of menstrual abnormality may be caused by either biologic organic or dysfunction or psychological problems such as stressful condition.

The objective of this study was to identify the correlation between stress level and menstrual cycle on premenopausal women registered at Kusumadadi Health Center of Bekri Subdistrict of Lampung Tengah Regency in Method: This is a quantitative study which design is analytical survey and cross sectional approach.

The population of this study comprises the whole premenopausal women aged 45 to 55 years registered at Kusumadadi Health Center of Bekri Subdistrict of Lampung Tengah Regency amounting to 1, people. The proportional random sampling technique resulted respondents. Conclusions: Based on the statistical analysis, the p value was 0.

It can be meant that there was a correlation between stress level and menstrual cycle on premenopausal women. This study can be used as a reference for the healt center to conduct a health seminar or training concerning stress level and menstrual cycle on premenopausal women. Pendahuluan : Panjangnya siklus menstruasi ini dipengaruhi oleh usia, berat badan, aktivitas fisik, tingkat stres, genetik dan gizi dan rata-rata dikatakan usia premenopause berkisar antara tahun Penyebab gangguan menstruasi dapat karena kelainan biologik organik atau disfungsional atau dapat pula karena psikologik seperti keadaaan-keadaan stress.

Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan dalam penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Proportional random sampling.

Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat digunakan sebagai masukan untuk Puskesmas agar dapat mengadakan seminar atau pelatihan kesehatan tentang hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada wanita premenopouse. Cahyono, Sampel Penelitian Sampel penelitian ini adalah bagian dari penelitian atau sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi dan dianggap mewakili keseluruhan populasi.

Sugiyono, h. Metode pengumpulan data yang akan digunakan peneliti adalah metode angket. Dimana ibu bekerja di pabrik polytron di desa bakalan krapyak kecamatan kaliwungu kabupaten kudus dibagikan kuesioner dan dikumpulkan kembali pada hari itu juga.

Sedangkan Analisa Data menggunakan uji Chi square. Analisa data dilakukan dengan menggunakan program statistic package for social sciences SPSS 15,0 for Windows.

Hasil Penelitian 1. Siklus menstruasi Tabel 4. Stres Tabel 4. Yang berarti ada hubungan secara bermakna antara stres dengan siklus menstruasi. Pembahasan 1. Menurut Hawari dalam isnaeni mengatakan bahwa stress menurut Hans Selye merupakan respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Namun tidak semua orang mampu melakukan adaptasi dan mengalami stressor tersebut, sehingga timbulah keluhan- keluhan antara lain stres. Stressor diketahui merupakan faktor etiologi dari banyak penyakit.

Salah satunya menyebabkan stress fisiologis yaitu gangguan pada menstruasi. Kebanyakan wanita mengalami sejumlah perubahan dalam pola menstruasi selama masa reproduksi.

Dalam pengaruhnya terhadap pola menstruasi, stres melibatkan system neuroendokrinologi sebagai system yang besar perannya dalam reproduksi wanita. Menurut Wiknjosastro, , siklus menstruasi dipengaruhi oleh serangkaian hormone yang diperoleh oleh tubuh yaitu Leuteinizing Hormon, Follicle Stimulating Hormon an Estrogen.

Selain itu siklus juga dipengaruhi oleh kondisi psikis sehingga bisa maju dan mundur. Isnaeni, Hubungan stress dengan siklus menstruasi pada wanita pekerja. Selanjutnya untuk mengetahui Hubungan stress dengan siklus menstruasi, digunakan Analisa Uji Chi squar diperoleh nilai Sig. Yang berarti ada hubungan secara bermakna antara stress dengan siklus menstruasi. Kesehatan reproduksi remaja khususnya remaja wanita erat kaitannya dengan menstruasi.

Siklus menstruasi yang tidak teratur ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah perubahan kadar hormone akibat stress dalam keadaan emosi yang kurang stabil. Selain itu perubahan drastic dalam porsi olah raga atau perubahan berat badan yang drastic juga mampu memjadi penyebab ketidak teraturan siklus menstruasi.

Nita, Penelitian ini menunjukkan ada kaitan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada wanita pekerja. Normal dan tidak normalnya siklus menstruasi ini dipengaruhi oleh usia, berat badan, aktivitas fisik, tingkat stress, genetik dan gizi.

Wiknjosastro, h. Jenis aktifitas yang dilakukan oleh responden antara lain mengikuti program kerja yang sudah ditentukan waktu dan jadwalnya dengan rutin di lokasi tempat kerja maupun diluar tempat kerja, ada sebagian yang mengerjakan rumah tangganya bagi yang sudah berkeluarga. Octaria, Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Desty Nur Isnaeni , menunjukkan bahwa ada hubungan stres dengan siklus menstruasi.

Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin FSH, LH berada pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus sebelumnya 2. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal ini merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium 3. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH hipofisis. Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level estradiol, tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis respon bifasik 4.

Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor penerima hormon LH yang terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah hormon progesteron 5.

Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi ke sekresi, dari folikular ke luteal 6. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum 7.

Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi ovulasi 8. Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya Gambar 3. Siklus Menstruasi Normal. Evaluasi Program Mfk April Nouveau Rond-point 2 November



0コメント

  • 1000 / 1000